Pages

About

Join us on Facebook

Selasa, 14 Februari 2017

Mendisiplinkan Anak Tanpa Marah





Selamat siang sobat,
Senang rasanya, sekarang Madrasah Al-Ukhuwwah telah memiliki blog sendiri, jadi rasanya seperti memiliki buku diary Madrasah, lucu ya, Madrasah memiliki buku diary (padahal saya sendiri tidak, hehe). Mau tidak mau kan, sebagai lembaga pendidikan, kita harus berusaha agar upaya mendidik itu tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Ya, bagaimana pun caranya, kita bersama-sama harus melawan kebodohan, agar generasi penerus kita mendapatkan pencerahan pendidikan yang lebih baik dari generasi sebelumnya.
Ngomong-ngomong tentang pendidikan, kebetulan sekali hari ini, admin ingin membahas tentang bagaimana cara mendidik anak agar mau berdisiplin diri tanpa harus dipaksa oleh orang tuanya, penulis menyarikan tulisan ini dari beberapa sumber yang dibaca dan juga telah dipraktekannya kepada anak didik di Madrasah Diniyah Al-Ukhuwwah dengan hasil yang baik, karena itulah penulis merasa perlu membagikan pengalaman tersebut kepada para orang tua, khususnya tenaga pendidik yang menginginkan muridnya berdisiplin tanpa harus disuruh.
Mendidik anak tentu bukan perkara yang sangat mudah kan, namun pendidikan pada usia pembentukan sangatlah penting, karena pada masa-masa tersebut anak rentan oleh perilaku-perilaku yang malah ditirunya dari orang yang tidak tepat. Nah poin pertama agar kita dapat mendisiplinkan anak atau murid kita tanpa harus kita suruh, atau lebih jauhnya dimarahi, adalah dengan menjadi contoh yang baik bagi murid atau putra putri kita.
Sosok idola (contoh) merupakan sosok yang mudah sekali mempengaruhi anak secara psikologis, jika sosok tersebut memperlihatkan perilaku disiplin yang baik, maka secara tidak langsung si anak akan menyimpan memori tersebut dan melakukan hal yang sama seperti yang dicontohkan oleh sosok tersebut. Siapakah sosok yang tepat untuk menjadi idola sang anak? Tentu saja, sosok yang paling tepat adalah orang tua, ya andalah sosok yang paling tepat untuk anak-anak anda, karena secara tidak langsung, anda memiliki waktu yang banyak untuk berinteraksi dengan anak anda. Jadi untuk poin pertama keywordnya adalah IDOLA.
Poin selanjutnya adalah membuat komitmen antara anak dan anda, eitss jangan kaget, mungkin anda pikir poin ini terlalu sulit diterapkan kepada anak anda, tapi percayalah, anak kecil sangat ingin diperlakukan layaknya orang dewasa, masih ingatkah anda ketika anda kecil, dan dianggap remeh oleh orang tua anda, apa yang anda rasakan? Nah tepat seperti itulah yang anak anda rasakan jika mereka diperlakukan demikian. Justru di dalam tubuhnya yang kecil terdapat imajinasi yang sangat besar melebihi kita sebagai orang dewasa.




Jangan takut untuk melibatkan anak-anak anda ke dalam sebuh komitmen keluarga, buatlah komitmen diantara anda dan anak anda, tapi ingat jangan sampai anda yang membuat komitmen tersebut, anda pulalah yang melanggar komitmennya. Karena jika terjadi hal yang demikian, kepercayaan anak anda akan hilang sedikit demi sedikit, dan tentu saja, perlu waktu yang agak lama untuk membujuknya agar mau percaya lagi kepada anda. So, keyword untuk poin yang kedua adalah Komitmen dan Kepercayaan
Poin yang ketiga, hargailah setiap kebaikan yang anak anda lakukan, sekecil apapun kebaikan tersebut, patutlah anda hargai, tidak perlu memberikannya hadiah yang mahal atau baju yang bagus, cukup usapan dikepala dan senyuman tulus anda, saya yakin itu akan membuatnya bangga akan pencapaian yang telah dia lakukan. Dan jangan lupa untuk etap memberikan motivasi agar mereka mau melakukan yang lebih baik lagi. Nah bagaimana jika anak anda melakukan kesalahan? Jangan lantas dimarahi, tapi tanyalah dulu alasannya kenapa, kadanag fikiran kita banyak tidak sejalan dengan jalan fikiran anak kita, sehingga kita menganggap prilaku anak kita yang salah, padahal belum tentu kan kita tahu apa yang telah dilalui oleh anak kita, toh kita tidak terus mantengin anak kita setiap detiknya. Berikan dia penjelasan dan arahkan kepada hal yang lebih baik, jangan langsung menghakimi perbuatan salahnya.
Saya sendiri pernah melakukan kesalahan saat menghukum anak didik saya yang dating kesiangan ke Madrasah, waktu itu saya langsung menyuruh dia untuk tetap diluar selama jam pelajaran berlangsung, tanpa bertanya alasan keterlambatannya. Selama 45 menit murid saya berdiri di luar, dan ketika jam pelajaran telah selesai, saya menghampiri dan baru bertanya alasan keterlambatannya. Ini adalah pelajaran yang saya dapat dari anak didik saya, saat itu saya merasa malu, karena alasan dia terlambat karena harus menjaga neneknya yang sedang sakit, saat saya tanya, “memang mamahmu kemana”, “beli obat, jadi saya nunggu dulu mamah pulang, baru bias berangkat ke Madrasah”. Ya tanyalah alasannya, baru anda akan tahu titik tremunya, jangan lakukan kesalahan seperti saya ! hehe. dan keyword untu poin yang satu ini adalah hargailah mereka
Yaap, semoga tulisan saya kali ini bermanfaat untuk anda, tinggalkan komen ya, atau kita bias berkirim e-mail ria melalui md.al.ukhuwwah@gmail.com

Al-zalzalah ayat 7-8
فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُۥ ٧
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya
 وَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٖ شَرّٗا يَرَهُۥ ٨
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula


Semoga bermanfaat

Salam hangat

1 komentar: