Selamat siang sobat,
Senang rasanya,
sekarang Madrasah Al-Ukhuwwah telah memiliki blog sendiri, jadi rasanya seperti
memiliki buku diary Madrasah, lucu ya, Madrasah memiliki buku diary (padahal
saya sendiri tidak, hehe). Mau tidak mau kan, sebagai lembaga pendidikan, kita
harus berusaha agar upaya mendidik itu tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Ya,
bagaimana pun caranya, kita bersama-sama harus melawan kebodohan, agar generasi
penerus kita mendapatkan pencerahan pendidikan yang lebih baik dari generasi
sebelumnya.
Ngomong-ngomong
tentang pendidikan, kebetulan sekali hari ini, admin ingin membahas tentang
bagaimana cara mendidik anak agar mau berdisiplin diri tanpa harus dipaksa oleh
orang tuanya, penulis menyarikan tulisan ini dari beberapa sumber yang dibaca
dan juga telah dipraktekannya kepada anak didik di Madrasah Diniyah Al-Ukhuwwah
dengan hasil yang baik, karena itulah penulis merasa perlu membagikan
pengalaman tersebut kepada para orang tua, khususnya tenaga pendidik yang
menginginkan muridnya berdisiplin tanpa harus disuruh.
Mendidik anak tentu bukan perkara yang
sangat mudah kan, namun pendidikan pada usia pembentukan sangatlah penting,
karena pada masa-masa tersebut anak rentan oleh perilaku-perilaku yang malah
ditirunya dari orang yang tidak tepat. Nah poin pertama agar kita dapat
mendisiplinkan anak atau murid kita tanpa harus kita suruh, atau lebih jauhnya
dimarahi, adalah dengan menjadi contoh yang baik bagi murid atau putra putri
kita.
Sosok idola (contoh) merupakan sosok yang
mudah sekali mempengaruhi anak secara psikologis, jika sosok tersebut
memperlihatkan perilaku disiplin yang baik, maka secara tidak langsung si anak
akan menyimpan memori tersebut dan melakukan hal yang sama seperti yang
dicontohkan oleh sosok tersebut. Siapakah sosok yang tepat untuk menjadi idola
sang anak? Tentu saja, sosok yang paling tepat adalah orang tua, ya andalah
sosok yang paling tepat untuk anak-anak anda, karena secara tidak langsung,
anda memiliki waktu yang banyak untuk berinteraksi dengan anak anda. Jadi untuk
poin pertama keywordnya adalah IDOLA.
Poin selanjutnya adalah membuat komitmen
antara anak dan anda, eitss jangan kaget, mungkin anda pikir poin ini terlalu
sulit diterapkan kepada anak anda, tapi percayalah, anak kecil sangat ingin
diperlakukan layaknya orang dewasa, masih ingatkah anda ketika anda kecil, dan
dianggap remeh oleh orang tua anda, apa yang anda rasakan? Nah tepat seperti
itulah yang anak anda rasakan jika mereka diperlakukan demikian. Justru di
dalam tubuhnya yang kecil terdapat imajinasi yang sangat besar melebihi kita
sebagai orang dewasa.
Jangan takut untuk melibatkan anak-anak
anda ke dalam sebuh komitmen keluarga, buatlah komitmen diantara anda dan anak
anda, tapi ingat jangan sampai anda yang membuat komitmen tersebut, anda
pulalah yang melanggar komitmennya. Karena jika terjadi hal yang demikian,
kepercayaan anak anda akan hilang sedikit demi sedikit, dan tentu saja, perlu
waktu yang agak lama untuk membujuknya agar mau percaya lagi kepada anda. So,
keyword untuk poin yang kedua adalah Komitmen dan Kepercayaan
Poin yang ketiga, hargailah setiap
kebaikan yang anak anda lakukan, sekecil apapun kebaikan tersebut, patutlah
anda hargai, tidak perlu memberikannya hadiah yang mahal atau baju yang bagus,
cukup usapan dikepala dan senyuman tulus anda, saya yakin itu akan membuatnya
bangga akan pencapaian yang telah dia lakukan. Dan jangan lupa untuk etap
memberikan motivasi agar mereka mau melakukan yang lebih baik lagi. Nah bagaimana
jika anak anda melakukan kesalahan? Jangan lantas dimarahi, tapi tanyalah dulu
alasannya kenapa, kadanag fikiran kita banyak tidak sejalan dengan jalan
fikiran anak kita, sehingga kita menganggap prilaku anak kita yang salah,
padahal belum tentu kan kita tahu apa yang telah dilalui oleh anak kita, toh
kita tidak terus mantengin anak kita setiap detiknya. Berikan dia penjelasan
dan arahkan kepada hal yang lebih baik, jangan langsung menghakimi perbuatan
salahnya.
Saya sendiri pernah melakukan kesalahan
saat menghukum anak didik saya yang dating kesiangan ke Madrasah, waktu itu
saya langsung menyuruh dia untuk tetap diluar selama jam pelajaran berlangsung,
tanpa bertanya alasan keterlambatannya. Selama 45 menit murid saya berdiri di
luar, dan ketika jam pelajaran telah selesai, saya menghampiri dan baru
bertanya alasan keterlambatannya. Ini adalah pelajaran yang saya dapat dari
anak didik saya, saat itu saya merasa malu, karena alasan dia terlambat karena
harus menjaga neneknya yang sedang sakit, saat saya tanya, “memang mamahmu
kemana”, “beli obat, jadi saya nunggu dulu mamah pulang, baru bias berangkat ke
Madrasah”. Ya tanyalah alasannya, baru anda akan tahu titik tremunya, jangan
lakukan kesalahan seperti saya ! hehe. dan keyword untu poin yang satu ini adalah hargailah mereka
Yaap, semoga tulisan saya kali ini
bermanfaat untuk anda, tinggalkan komen ya, atau kita bias berkirim e-mail ria
melalui md.al.ukhuwwah@gmail.com
Al-zalzalah ayat 7-8
فَمَن
يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُۥ ٧
Barangsiapa
yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat
(balasan)nya
وَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ
ذَرَّةٖ شَرّٗا يَرَهُۥ ٨
Dan
barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan
melihat (balasan)nya pula
Semoga bermanfaat
Salam hangat


mataapppsss
BalasHapus